

Bestie, kalau kamu baru selesai scaling gigi, selamat! Itu artinya kamu sudah melakukan effort terbaik buat kesehatan mulut.
Scaling atau pembersihan karang gigi adalah ritual wajib yang harus dilakukan rutin, idealnya setiap 6 bulan sekali.
Prosedur ini penting banget buat menghilangkan tumpukan plak dan karang yang nggak bisa hilang cuma pakai sikat gigi biasa.
Kalau dibiarkan, tumpukan karang ini bisa menyebabkan gusi berdarah, bau mulut, sampai penyakit periodontal yang serius.
Nah, setelah proses pembersihan yang intensif ini, ada fase healing yang harus kamu jaga baik-baik.
Fase inilah yang menentukan apakah hasil scaling kamu bakal maksimal dan tahan lama, atau malah cepat rusak.
Coba bayangin, gigi kamu baru aja “dikerok” dari semua kotoran yang menempel bertahun-tahun.
Permukaan gigi dan gusi pasti sedikit terkejut dan jadi lebih sensitif.
Saat karang gigi dihilangkan, lapisan pelindung alami (yang sebenarnya adalah karang itu sendiri) juga ikut terangkat.
Ini membuat dentin gigi (lapisan di bawah enamel) lebih terekspos sementara waktu.
Oleh karena itu, ada beberapa pantangan setelah scaling gigi yang wajib kamu ikuti minimal 24 hingga 48 jam pertama.
Mengabaikan pantangan setelah scaling gigi ini bisa memicu rasa nyeri, sensitivitas berlebihan, dan bahkan pewarnaan ulang yang cepat.
Ini adalah pantangan setelah scaling gigi yang paling sering dirasakan dampaknya: rasa ngilu yang menusuk.
Setelah scaling, gigi kamu akan mengalami sensitivitas sementara. Ini normal, ya!
Mengonsumsi es krim, minuman yang baru keluar dari kulkas, atau sup yang masih mengepul panas akan memicu rasa ngilu yang hebat.
Sebaiknya, fokus pada makanan dan minuman bersuhu ruangan (hangat suam-suam kuku atau dingin biasa) selama 48 jam.
Biarkan gigi dan gusi kamu beradaptasi dengan lingkungan barunya yang bersih.
Makanan dengan tekstur keras, seperti kacang-kacangan, keripik tebal, atau permen keras, harus di-skip dulu.
Proses pengunyahan yang keras bisa memberikan tekanan berlebihan pada gusi yang mungkin sedikit bengkak setelah scaling.
Selain itu, makanan keras berpotensi melukai gusi yang sedang dalam proses penyembuhan.
Fokuslah pada makanan lunak atau semi-lunak seperti bubur, nasi tim, atau pasta selama beberapa hari.
Ini dia spill the tea paling penting buat anak senja: Minuman berwarna pekat itu pantangan setelah scaling gigi yang utama.
Gigi kamu baru aja dibersihkan dari karang gigi. Permukaan enamelnya jadi lebih “raw” dan pori-pori kecilnya terbuka.
Ini artinya, pigmen warna (kromogen) dari kopi hitam, teh, soda berwarna, atau wine merah akan gampang banget nempel.
Kalau kamu minum kopi langsung setelah scaling, effort dokter gigi bisa sia-sia dalam hitungan jam, lho.
Tahan minimal 48 jam. Jika sudah lewat masa kritis, gunakan sedotan untuk meminimalisir kontak dan segera kumur air putih setelahnya!
Penting: Periode 48 jam pertama adalah waktu kritis di mana gigi paling rentan terhadap noda. Jaga asupan warna makananmu!
Kalau kamu ingin hasil scaling kamu bertahan lama, merokok adalah pantangan setelah scaling gigi yang harus dihindari total.
Asap rokok mengandung tar dan nikotin yang sangat cepat menempel pada permukaan gigi yang baru dibersihkan.
Ini bukan hanya mempercepat pembentukan noda kuning, tetapi juga menghambat proses penyembuhan gusi.
Merokok juga bisa memperburuk peradangan gusi, lho. Jadi, ini adalah waktu terbaik untuk mulai mengurangi atau berhenti.
Makanan yang sangat asam (misalnya, cuka, jeruk nipis murni) atau sangat pedas bisa mengiritasi gusi yang sensitif.
Asam dapat mengikis sedikit permukaan enamel yang sedang rentan setelah scaling.
Sementara itu, makanan pedas bisa memicu rasa panas dan perih di area gusi yang mungkin mengalami sedikit luka akibat prosedur.
Pilih makanan dengan pH netral dan rasa yang lebih lembut agar proses healing berjalan mulus.
Mungkin kamu terbiasa membersihkan sisa makanan dengan tusuk gigi kayu setelah makan.
Namun, setelah scaling, gusi kamu mungkin masih sedikit longgar atau bengkak.
Menggunakan tusuk gigi bisa melukai gusi secara tidak sengaja dan bahkan mendorong bakteri masuk.
Ganti tusuk gigi dengan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental yang lebih lembut dan higienis.
Meskipun gusi terasa ngilu, jangan pernah skip sikat gigi, ya!
Banyak orang takut menyikat karena khawatir akan rasa sakit, padahal kebersihan di hari-hari pertama sangat krusial.
Kamu harus tetap menyikat gigi, tetapi lakukan dengan sangat lembut.
Gunakan sikat gigi berbulu halus (soft) dan sikat dengan gerakan memutar yang pelan.
Pastikan kamu membersihkan semua area untuk mencegah plak baru menumpuk kembali.
Setelah mengetahui pantangan setelah scaling gigi, yuk kita bahas apa yang boleh dan harus kamu lakukan.
Ingat, effort yang kamu berikan selama 48 jam pertama akan menentukan seberapa cerah dan sehat gigimu dalam jangka panjang.
Jadikan hasil scaling ini sebagai motivasi untuk mempertahankan kebiasaan kebersihan mulut yang super optimal! Kalau kamu cari layanan scaling gigi di Makassar, hubungi kami ya. Hanya di Klinik Gigi AyoDent.
Rasa gigi sensitif biasanya akan memuncak dalam 24 hingga 48 jam pertama.
Pada kebanyakan kasus, sensitivitas akan mereda secara signifikan dalam waktu 3 hingga 5 hari.
Jika sensitivitas berlangsung lebih dari seminggu, segera konsultasikan kembali ke dokter gigi Anda.
Anda harus sikat gigi segera setelah prosedur, tetapi tunggulah beberapa jam jika gusi Anda terasa sangat sakit.
Gunakan sikat gigi berbulu halus dan sikatlah dengan tekanan yang sangat ringan.
Jangan lupa gunakan benang gigi (flossing) untuk membersihkan sela-sela gigi.
Sebaiknya hindari makanan yang sangat pedas atau asam minimal selama 48 jam pertama.
Bahan kimia dalam makanan pedas dan asam bisa menyebabkan iritasi parah pada gusi yang baru dibersihkan.
Hasil maksimal dari scaling tercapai ketika gigi bersih dari karang dan gusi sudah sembuh total.
Fase penyembuhan gusi biasanya memakan waktu 1 hingga 2 minggu, asalkan Anda mematuhi semua pantangan setelah scaling gigi.