

Siapa di sini yang habis makan langsung gercep cari tusuk gigi?
Jujur, alat kecil ini memang sering jadi pahlawan instan buat ngusir sisa makanan yang nyangkut.
Tapi, guys, di balik kenikmatan sesaat itu, ada bahaya tersembunyi yang bikin gigi kamu bisa damage permanen!
Yuk, kita spill the tea kenapa kamu harus buang jauh-jauh tusuk gigi mulai sekarang juga!
Banyak yang anggap remeh, padahal lima hal ini adalah alasan kenapa dokter gigi selalu bilang, “Tusuk gigi? Big NO!”
Ini bahaya tusuk gigi yang paling sering terjadi.
Ujung tusuk gigi yang runcing itu keras banget, sementara gusi kita itu jaringan yang super lembut.
Saat kamu menusuk, kamu sebenarnya lagi melukai gusi, bikin gusi berdarah, dan lama-lama bisa menyebabkan resesi gusi (gusi turun).
Kalau gusi udah turun, akar gigi jadi kelihatan, sensitif, dan penampilan senyum juga jadi kurang oke.
Awalnya, celah gigi kamu mungkin kecil.
Tapi, kebiasaan menusuk dan mengungkit sisa makanan dengan tusuk gigi akan menekan jaringan di antara gigi, yaitu papila interdental.
Tekanan berulang ini lama-lama membuat celah gigi (disebut juga black triangle) makin lebar.
Ujung-ujungnya? Makin banyak makanan yang nyangkut, dan kamu makin ketergantungan sama tusuk gigi. Siklus setan!
Tusuk gigi, apalagi yang dari kayu, rentan banget patah dan meninggalkan serpihan kecil di sela-sela gigi atau gusi.
Serpihan ini bisa jadi pintu masuk bakteri, memicu abses, atau bahkan peradangan serius.
Belum lagi, tusuk gigi yang ada di meja makan seringkali tidak steril. FYI, kamu lagi masukin bakteri dari udara dan tangan ke dalam mulut, lho.
Punya tambalan gigi, mahkota, atau veneer estetik yang harganya lumayan?
Selamat, kamu sedang mempertaruhkan semua itu saat menggunakan tusuk gigi!
Gerakan mengungkit dan menekan bisa merusak tepi tambalan atau bahkan melonggarkan mahkota gigi kamu.
Kalau tambalan rusak, sisa makanan gampang masuk lagi, dan kamu harus balik lagi ke dokter gigi buat perbaikan. Wasting money banget, kan?
Ini dia damage terparah yang dijanjikan di judul.
Kerusakan gusi kronis dan trauma yang disebabkan tusuk gigi bisa memicu penyakit gusi parah, yaitu periodontitis.
Periodontitis adalah infeksi serius yang merusak tulang penyangga gigi.
Kalau tulang penyangga ini rusak, gigi kamu akan goyang, melemah, dan pada akhirnya, dokter gigi tidak punya pilihan selain mencabutnya. Gigi copot permanen itu nyata, guys!
Logikanya gini, kenapa sih tusuk gigi itu jelek banget?
Tusuk gigi dirancang dengan ujung runcing dan penampang berbentuk V atau bulat.
Sementara itu, ruang di antara gigi kamu itu berbentuk C atau cekungan.
Alhasil, tusuk gigi hanya menekan dan membersihkan di satu titik, tapi meninggalkan plak di area cekungan.
Bukannya bersih, kamu malah menusuk-nusuk gusi tanpa membersihkan gigi secara maksimal. Nggak worth it!
Daripada bikin gigi damage, mending ganti ke alat-alat yang direkomendasikan dokter gigi. Ini dia tiga pilihan terbaik:
Ini adalah alat pembersih sela gigi yang paling direkomendasikan.
Dental floss (benang gigi) punya tekstur lembut tapi kuat.
Benang ini bisa mengikuti kontur gigi dan gusi dengan sempurna, sehingga plak dan sisa makanan terangkat tanpa melukai gusi.
Harganya murah dan gampang dibawa kemana-mana. Pokoknya, wajib ada di tas kamu!
Kalau celah gigi kamu udah terlanjur lebar (mungkin karena *damage* tusuk gigi sebelumnya), interdental brush adalah solusinya.
Alat ini mirip sikat gigi mini dengan kawat tipis.
Ukurannya bervariasi, jadi kamu bisa pilih yang pas banget sama celah gigi kamu. Ini jauh lebih efektif dan aman daripada tusuk gigi.
Mau yang lebih canggih dan kekinian? Coba deh water flosser atau waterpik.
Alat ini membersihkan sela gigi dengan semprotan air bertekanan tinggi.
Sensasinya nyaman, efektif buat yang pakai behel atau implan, dan pasti nggak akan melukai gusi kamu.
Ini adalah solusi glow up gigi yang paling efektif dan higienis.
Kalau kamu ingin cek kondisi gusi dan sela gigi secara profesional, langsung aja konsultasi ke Klinik Gigi Ayo Dent, salah satu Klinik Gigi Makassar yang siap bantu senyum kamu tetap sehat tanpa drama.
Masih ada pertanyaan seputar tusuk gigi? Ini dia beberapa jawaban yang sering dicari:
Secara umum, tusuk gigi plastik (seperti dental pick) yang memiliki ujung sikat kecil memang sedikit lebih aman daripada kayu.
Risiko patah dan meninggalkan serpihan lebih kecil, tapi tetap saja, bentuknya yang kaku masih bisa melukai gusi dan memperlebar celah gigi jika digunakan secara agresif.
Intinya: Hindari tusuk gigi, mau dari kayu atau plastik.
Waktu terbaik adalah minimal sekali sehari, idealnya sebelum kamu menyikat gigi di malam hari.
Kenapa malam? Karena saat tidur, produksi air liur berkurang, dan sisa makanan yang tertinggal akan memicu pertumbuhan bakteri semalaman.
Kalau sisa makanan nyangkut dan kamu lagi di luar, mending berkumur kuat-kuat dengan air putih.
Jika benar-benar harus, gunakan lidah atau air liur untuk mencoba melepaskannya.
Tahan godaan untuk pakai tusuk gigi. Tunggu sampai kamu bisa menyikat gigi atau menggunakan floss di rumah.
Memiliki gigi yang bersih dan sehat itu adalah bagian dari self-care dan flexing terbaik.
Jangan sampai kebiasaan sepele seperti menggunakan tusuk gigi merusak investasi senyum kamu.
Mulai sekarang, ganti tusuk gigi dengan dental floss atau interdental brush.
Jaga senyum kamu biar tetap glowing dan bebas dari damage!