

Lagi asyik ngopi es atau makan es krim, tiba-tiba gigi auto ngilu?
Welcome to the club! Sensasi ngilu yang tajam dan singkat ini sering banget bikin momen enak jadi nggak asyik.
Sebelum kita spill tuntas cara deteksinya, kamu harus tahu dulu apa sih sebenarnya gigi sensitif itu.
Gigi sensitif, atau dalam istilah medis disebut dentin hypersensitivity, adalah rasa ngilu atau nyeri yang muncul karena rangsangan tertentu.
Lapisan terluar gigi kita itu namanya email (enamel).
Kalau lapisan pelindung ini menipis atau gusi turun, lapisan di bawahnya yaitu dentin jadi terbuka.
Dentin ini punya ribuan saluran kecil (tubulus) yang langsung terhubung ke saraf gigi.
Saat ada rangsangan dingin, panas, manis, atau asam, rangsangan itu langsung nyampe ke saraf, dan boom! Auto ngilu.
Ciri khas ngilu sensitif itu singkat, tajam, dan hanya muncul saat ada pemicu.
Nggak perlu bingung lagi, guys. Kita bakal coba tes sederhana yang bisa kamu lakuin sendiri buat konfirmasi apakah ngilu yang kamu rasain itu benar-benar gigi sensitif.
Lakukan tes ini dengan hati-hati dan nggak perlu berlebihan, ya!
Tes ini paling akurat karena dingin adalah pemicu utama sensitivitas dentin.
Kalau rasa ngilunya stay lama banget (lebih dari 30 detik), itu bisa jadi tanda masalah yang lebih serius, bestie!
Makanan atau minuman yang manis dan asam juga bisa memicu ngilu pada gigi yang sensitif.
Coba deh, minum sedikit air lemon atau makan permen.
Jika ngilu muncul, itu karena zat asam atau gula berhasil menembus dentin yang terbuka.
Tes ini biasanya dilakukan oleh dokter gigi, tapi kamu bisa coba versi ringannya di rumah.
Coba tarik napas melalui mulut saat kamu berada di ruangan ber-AC atau cuaca dingin.
Jika hembusan udara dingin langsung memicu ngilu tajam, ini menandakan sensitivitas gigimu sudah cukup parah.
Ngilu pada gigi sensitif dan ngilu akibat gigi berlubang (karies) memang mirip banget, tapi ada perbedaan krusial yang nggak boleh kamu abaikan.
Salah diagnosis bisa bikin lubang makin gede!
Ngilu yang disebabkan oleh gigi sensitif umumnya terjadi pada beberapa gigi sekaligus dan bersifat ringan serta sementara.
Sebaliknya, ada beberapa tanda bahaya yang menandakan kamu butuh penanganan profesional secepatnya:
Kalau kamu merasakan salah satu dari poin di atas, auto bikin janji ke dokter gigi, ya! Misalnya ke Klinik Gigi Ayo Dent yang siap bantu cek kondisi gigimu lebih awal.
Setelah tahu cara deteksi, sekarang kita spill apa aja sih yang bikin gigi kamu jadi super sensitif.
Mengetahui penyebabnya adalah kunci buat mencegah ngilu ini balik lagi.
Pada kebanyakan kasus, gigi sensitif bisa sembuh atau setidaknya dikontrol secara signifikan jika kamu melakukan perawatan yang tepat dan telaten.
Pemakaian rutin pasta gigi khusus sensitif dan menghindari pemicu bisa membantu menutup tubulus dentin yang terbuka.
Kalau penyebabnya adalah prosedur medis (misalnya setelah tambal), sensitivitasnya bahkan bisa hilang dengan sendirinya.
Pasta gigi khusus sensitif mengandung bahan aktif seperti potassium nitrate atau strontium chloride.
Bahan-bahan ini bekerja dengan cara memblokir sinyal rasa sakit dari permukaan gigi ke saraf, atau dengan membantu menutup tubulus dentin yang terbuka.
Jika rasa ngilu hanya terfokus pada satu gigi, itu adalah tanda bahaya yang nggak boleh disepelekan.
Ngilu satu gigi biasanya mengindikasikan masalah struktural yang lebih dalam, seperti gigi berlubang yang sudah dalam, gigi retak, atau infeksi akar.
Segera periksakan ke dokter gigi, ya, biar nggak makin parah!