Klinik Gigi Makassar AYODENT LOGO putih
Gambar closeup yang menunjukkan penumpukan karang gigi (kalkulus) yang parah dan berwarna kecoklatan pada permukaan gigi dan garis gusi, menggambarkan risiko penyakit gusi jika tidak pernah melakukan scaling gigi.
Home » Artikel » Jangan Kaget! Ini yang Terjadi pada Gigi Anda Jika Tidak Pernah Melakukan Scaling Gigi Seumur Hidup

Jangan Kaget! Ini yang Terjadi pada Gigi Anda Jika Tidak Pernah Melakukan Scaling Gigi Seumur Hidup

Kenapa Scaling Gigi Itu Penting Banget, Sih?

Guys, coba jujur, kapan terakhir kali kalian melakukan scaling gigi? Atau jangan-jangan, belum pernah sama sekali seumur hidup?

Kalau jawabanmu adalah yang kedua, siap-siap kaget, ya.

Artikel ini bukan mau nakut-nakutin, tapi ini adalah fakta medis tentang apa yang terjadi di mulutmu jika karang gigi dibiarkan menumpuk bertahun-tahun.

Scaling gigi itu bukan sekadar perawatan kosmetik, lho. Ini adalah prosedur vital untuk menjaga kesehatan gusi dan struktur penopang gigi.

Bayangkan saja, scaling gigi adalah proses pembersihan mendalam yang tidak bisa dilakukan hanya dengan sikat gigi biasa.

Apa Bedanya Plak dan Karang Gigi?

Sering dengar istilah plak dan karang gigi? Keduanya memang berhubungan erat, tapi punya sifat yang berbeda.

Plak gigi adalah lapisan lunak, lengket, dan tidak berwarna yang terbentuk dari sisa makanan dan bakteri.

Plak ini masih bisa kamu bersihkan sendiri dengan menyikat gigi dan menggunakan floss.

Nah, masalahnya, jika plak dibiarkan menempel lebih dari 48 jam, ia akan mengeras dan termineralisasi.

Saat inilah ia berubah menjadi karang gigi (kalkulus), yang teksturnya keras dan berwarna kekuningan atau bahkan kecoklatan.

Karang gigi ini sudah sangat kuat menempel di permukaan gigi, terutama di dekat garis gusi.

Sikat gigi biasa sudah tidak mempan lagi untuk membersihkannya.

Hanya dokter gigi atau perawat gigi yang bisa menghilangkan karang gigi menggunakan alat khusus, yaitu melalui proses scaling gigi.

Kapan Terakhir Kali Kamu Scaling?

Jika kamu merasa gigi bagian belakang atau bagian dalam gigi bawah terasa kasar saat disentuh lidah, itu adalah indikasi kuat adanya karang gigi.

Penumpukan ini adalah rumah nyaman bagi jutaan bakteri yang siap menciptakan masalah besar di mulutmu.

Membiarkan karang gigi seumur hidup sama saja membiarkan bom waktu meledak di rongga mulutmu.

7 Drama yang Akan Terjadi Kalau Kamu Gak Pernah Scaling

Ini dia beberapa konsekuensi serius dan bertahap yang akan kamu alami jika menolak melakukan pembersihan karang gigi secara berkala.

1. Mulut Bau Kayak Tempat Sampah (Halitosis)

Ini mungkin drama yang paling cepat disadari oleh orang lain, bukan kamu.

Karang gigi adalah tempat favorit bakteri berkembang biak dan mengeluarkan gas sulfur yang sangat bau.

Meskipun kamu rajin sikat gigi, bau mulut atau halitosis tidak akan hilang selama karang gigi masih menempel.

Bakteri ini terperangkap di bawah lapisan karang yang keras, jauh dari jangkauan pasta gigi.

Jadi, percuma pakai permen mint atau obat kumur mahal, sumber baunya tetap ada.

2. Gusi Jadi Sensitif dan Berdarah (Gingivitis)

Tahap awal dari masalah gusi adalah gingivitis.

Bakteri dari karang gigi akan mengiritasi jaringan gusi, membuatnya meradang, bengkak, dan berwarna merah gelap.

Kamu akan sering mendapati gusi berdarah saat menyikat gigi atau bahkan saat makan makanan yang agak keras.

Kabar baiknya, gingivitis masih bisa disembuhkan 100% jika kamu segera melakukan scaling gigi dan memperbaiki kebersihan mulut.

3. Gigi Goyang Sampai Copot (Periodontitis)

Ini adalah level krisis yang paling mengerikan dan irreversible (tidak bisa kembali normal).

Jika gingivitis diabaikan, infeksi akan menyebar lebih dalam, menghancurkan tulang dan ligamen yang menopang gigi.

Kondisi ini disebut periodontitis.

Saat terjadi periodontitis, gusi akan menjauhi gigi, menciptakan kantong dalam yang semakin penuh dengan bakteri dan karang gigi.

Tulang rahang di sekitar gigi perlahan-lahan terkikis.

Akibatnya, gigi akan mulai terasa goyang, dan pada akhirnya, bisa copot dengan sendirinya.

Kerusakan tulang akibat periodontitis tidak bisa diperbaiki, meskipun giginya sudah dicabut.

4. Warna Gigi Berubah Jadi Kuning Kecoklatan

Secara estetika, karang gigi sangat mengganggu penampilan.

Karang gigi sangat mudah menyerap noda dari kopi, teh, rokok, atau makanan berwarna.

Penumpukan ini akan membuat gigimu terlihat kusam, kuning, bahkan muncul bercak-bercak coklat kehitaman di antara gigi.

Proses scaling gigi tidak hanya menghilangkan karang, tetapi juga membantu mengembalikan warna alami gigi yang tertutup noda.

5. Gigi Menjadi Sensitif

Karang gigi yang menumpuk di dekat akar gigi bisa menyebabkan resesi gusi, yaitu gusi turun dan memperlihatkan permukaan akar.

Permukaan akar ini lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

Maka jangan heran jika kamu mulai merasa ngilu saat minum es atau menyeruput kopi panas.

6. Pembentukan Segitiga Hitam (Black Triangles)

Ketika karang gigi menyebabkan gusi meradang dan bengkak, gusi akan mengisi penuh ruang di antara gigi.

Setelah karang gigi dibersihkan, peradangan mereda, dan gusi yang bengkak akan menyusut.

Jika kamu sudah menderita kerusakan parah, penyusutan gusi ini akan meninggalkan celah berbentuk segitiga hitam di antara gigi.

Ini adalah konsekuensi dari kerusakan gusi yang sudah terjadi sebelum scaling dilakukan.

7. Risiko Penyakit Serius Lainnya

Bakteri di mulut tidak hanya menetap di sana, lho.

Infeksi kronis seperti periodontitis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan sistemik.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara penyakit gusi parah dengan penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masalah pernapasan.

Menjaga kesehatan gigi berarti menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Proses Scaling Gigi: Gak Sakit Kok, Serius!

Banyak orang takut scaling gigi karena membayangkan rasa sakit dan ngilu.

Padahal, prosedur ini relatif cepat dan nyaman, asalkan kamu tidak memiliki peradangan gusi yang terlalu parah.

Alat yang Dipakai Dokter Gigi

Dokter gigi atau perawat gigi biasanya menggunakan alat yang disebut ultrasonic scaler.

Alat ini memiliki ujung yang sangat tipis dan bergetar cepat, serta menyemprotkan air.

Getaran inilah yang akan memecah karang gigi yang keras tanpa merusak enamel gigi.

Jika ada karang gigi yang sangat membandel atau terletak jauh di bawah gusi, dokter mungkin menggunakan instrumen manual (kuret).

Berapa Lama Prosesnya?

Proses scaling gigi biasanya memakan waktu sekitar 30 hingga 60 menit, tergantung seberapa banyak karang gigi yang menumpuk.

Setelah karang terangkat, gigi akan di-polishing (dipoles) agar permukaannya halus dan sulit ditempeli plak lagi.

Mungkin ada sedikit rasa ngilu setelah selesai, terutama jika kamu memiliki gusi yang sensitif, tapi ini akan hilang dalam satu atau dua hari.

Kapan Idealnya Kita Harus Scaling Gigi?

Untuk menjaga kondisi mulut tetap prima dan mencegah penumpukan karang gigi yang parah, para ahli merekomendasikan jadwal rutin.

Jadwal ideal untuk scaling gigi adalah setiap 6 bulan sekali.

Pembersihan rutin ini memastikan bahwa penumpukan karang yang baru terbentuk segera dihilangkan sebelum menyebabkan kerusakan serius.

Jika kamu memiliki faktor risiko tinggi (seperti perokok aktif atau penderita diabetes), dokter gigi mungkin menyarankan scaling gigi lebih sering, misalnya 3-4 bulan sekali.

FAQ Seputar Scaling Gigi

Apakah Scaling Gigi Bikin Gigi Jadi Renggang atau Tipis?

TIDAK. Ini adalah mitos besar yang sering beredar.

Alat scaling gigi hanya bekerja pada lapisan karang yang menempel, bukan pada struktur gigi itu sendiri.

Gigi terlihat renggang setelah scaling karena lapisan karang gigi yang tebal (yang tadinya menutupi celah) sudah diangkat.

Berapa Biaya Rata-Rata Scaling Gigi di Indonesia?

Biaya scaling gigi sangat bervariasi tergantung lokasi dan jenis klinik (klinik umum vs. rumah sakit).

Secara umum, biayanya berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 500.000 untuk pembersihan standar satu rahang penuh.

Apakah Scaling Gigi Bisa Menghilangkan Bau Mulut Permanen?

Scaling gigi menghilangkan sumber utama bau mulut yang disebabkan oleh karang gigi dan bakteri.

Namun, untuk hasil permanen, kamu harus menjaga kebersihan mulut yang konsisten setelah scaling (menyikat gigi 2x sehari dan menggunakan dental floss).

Apakah Scaling Gigi Harus Dilakukan Oleh Dokter Gigi?

Ya, scaling gigi harus dilakukan oleh tenaga profesional, yaitu dokter gigi atau perawat gigi (dental hygienist) yang terlatih.

Mereka memiliki alat steril dan keahlian untuk membersihkan karang hingga ke bawah garis gusi dengan aman.

Setelah memahami risiko jika karang gigi dibiarkan menumpuk, tidak ada alasan lagi untuk menunda. Jika kamu membutuhkan layanan scaling gigi di Makassar yang aman, nyaman, dan ditangani oleh tenaga profesional, Klinik Gigi Ayo Dent bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Tags

Share