

Pasti lagi galau ya, kenapa gigi paling belakang ini rasanya sakit banget?
Gigi bungsu, atau gigi geraham ketiga, memang sering jadi biang kerok masalah di mulut kita.
Tumbuhnya itu loh, kayak lagi cari panggung, padahal tempatnya udah sempit!
Nah, kalau sakitnya sudah parah, itu tandanya alam semesta udah kasih sinyal: “Waktunya cabut, bestie!”
Jangan sampai kamu nunda-nunda cuma karena takut.
Mending kita gaspol cari tahu 3 tanda utama yang mengharuskan gigi bungsu kamu dicabut sekarang juga!
Gigi bungsu gak selalu harus dicabut, kok.
Kalau tumbuhnya tegak lurus dan gak mengganggu gigi lain, aman.
Tapi, kalau sudah muncul tanda-tanda ini, mending langsung sat set sat set ke dokter gigi, ya!
Ini adalah tanda paling jelas dan paling bikin drama.
Rasa sakitnya bukan cuma cenat-cenut biasa, tapi bisa sampai berdenyut parah dan bikin kamu susah tidur.
Sakit ini biasanya muncul karena perikoronitis, yaitu infeksi pada gusi yang menutupi sebagian gigi bungsu.
Sisa makanan gampang banget nyangkut di celah gigi dan gusi itu, lalu bakteri party di sana.
Kalau sudah begini, obat pereda nyeri pun cuma jadi pemanis sesaat. Daripada sok kuat tapi tiap malam nahan sakit, mending langsung cek ke Ayo Dent aja. Buat kamu yang lagi nyari Klinik Gigi Makassar yang vibes-nya nyaman dan dokternya enak diajak ngobrol, Ayo Dent bisa jadi tempat healing gigi bungsu tanpa drama.
Gigi bungsu impaksi adalah kondisi di mana gigi bungsu tumbuh miring, horizontal, atau terperangkap di bawah gusi atau tulang rahang.
Kenapa ini bahaya? Karena dia akan mendorong gigi di depannya (gigi geraham kedua).
Efeknya, gigi-gigi kamu bisa jadi berantakan, miring, atau bahkan rusak permanen.
Kalau dokter gigi sudah lihat hasil rontgen dan bilang kamu impaksi, berarti cabut adalah solusi final biar gigi lain aman.
Gigi bungsu yang tumbuh sebagian sering banget jadi sarang kuman.
Sikat gigi pun susah menjangkaunya, apalagi kalau posisinya miring.
Akibatnya, area itu gampang banget mengalami infeksi berulang.
Infeksi ini gak cuma bikin gusi bengkak dan sakit, tapi juga menyebabkan bau mulut yang parah (halitosis).
Kalau kamu udah coba bersihin se-maksimal mungkin tapi infeksi dan bau mulutnya balik lagi, itu tanda permanen bahwa gigi itu harus dikeluarkan.
Banyak yang bertanya, kenapa gigi lain tumbuh normal, tapi gigi bungsu ini ribet banget?
Jawabannya ada di evolusi dan lahan di rahang kita.
Dulu, nenek moyang kita butuh gigi geraham besar untuk mengunyah makanan yang keras, seperti daging mentah atau akar-akaran.
Seiring waktu, pola makan kita jadi lebih halus (nasi, makanan matang), sehingga rahang kita menyusut.
Gigi bungsu adalah gigi terakhir yang tumbuh, biasanya di usia 17-25 tahun, saat rahang sudah penuh.
Alhasil, dia gak dapat tempat, dan terpaksa tumbuh seadanya.
Impaksi adalah penyebab utama masalah.
Ada beberapa jenis impaksi yang perlu kamu tahu:
Semua jenis impaksi ini bisa menyebabkan tekanan dan kerusakan pada struktur gigi di sekitarnya.
Jangan anggap remeh rasa sakitnya, ya!
Menunda pencabutan gigi bungsu bermasalah bisa memicu komplikasi yang lebih serius dan mahal penanganannya.
Ini bahaya yang mengintai kalau kamu magerrr ke dokter:
Intinya: Mending sakit sebentar saat operasi, daripada sakit permanen karena komplikasi yang fatal.
Banyak yang takut denger kata ‘operasi’.
Padahal, prosedur ini sudah rutin banget dilakukan dokter gigi spesialis bedah mulut.
Sebelum operasi, dokter pasti minta kamu foto rontgen panoramik.
Ini penting banget buat lihat posisi gigi bungsu kamu, apakah dekat dengan saraf atau tidak.
Dengan begitu, dokter bisa merencanakan proses pencabutan dengan aman dan minimal risiko.
Operasi dilakukan dengan anestesi lokal (bius di area mulut), jadi kamu gak akan merasakan sakit saat proses berlangsung.
Dokter akan membuat sayatan kecil di gusi, memotong gigi bungsu menjadi beberapa bagian (jika impaksi parah), lalu mengeluarkannya.
Prosesnya biasanya cuma butuh waktu 30-60 menit, tergantung tingkat kesulitan.
Fase healing ini yang paling penting. Ikuti tips ini biar recovery kamu cepat:
Gak semua. Kalau gigi bungsu kamu tumbuh sempurna, posisinya tegak, dan kamu bisa membersihkannya dengan baik, maka gak perlu dicabut.
Keputusan cabut hanya diambil jika gigi bungsu menimbulkan masalah seperti impaksi, nyeri berulang, atau kerusakan gigi lain.
Biayanya sangat variatif.
Pencabutan biasa (tanpa operasi) jauh lebih murah daripada operasi gigi bungsu impaksi.
Lokasi klinik, reputasi dokter, dan tingkat kesulitan juga sangat memengaruhi harga.
Disarankan untuk konsultasi langsung ke klinik untuk mendapatkan estimasi yang akurat.
Rasa sakit itu muncul karena gigi bungsu kamu sedang berjuang untuk keluar dari gusi (erupsi).
Proses ini menekan gusi dan jaringan di sekitarnya, makanya terasa nyeri.
Segera periksa ke dokter, karena bisa jadi gigi itu tumbuh miring (impaksi) dan gak akan pernah keluar sempurna.