

Pusing banget lihat karang gigi susah hilang padahal sudah sikat gigi berkali-kali?
Welcome to the club, ini adalah PR (Pekerjaan Rumah) utama bagi semua pemakai kawat gigi.
Area di sekitar behel itu seperti magnet alami bagi sisa makanan dan plak.
Plak yang mengeras inilah yang kita sebut karang gigi atau kalkulus.
Behel, atau bracket, menciptakan banyak celah kecil yang sulit dijangkau sikat gigi biasa.
Sisa makanan sangat mudah terjebak di bawah kawat (archwire) dan di sekeliling bracket itu sendiri.
Jika tidak dibersihkan maksimal, plak akan mengendap dan mengeras dalam waktu 24 hingga 72 jam.
Area yang paling rentan biasanya adalah bagian gigi belakang dan di sepanjang garis gusi (gingiva).
Sikat gigi saat pakai behel butuh teknik khusus, bukan cuma asal gosok.
Banyak orang hanya menyikat permukaan datar gigi, melupakan bagian atas dan bawah bracket.
Padahal, bagian ini adalah zona kritis tempat karang gigi mulai terbentuk.
Kurangnya penggunaan alat bantu seperti sikat interdental atau floss threader juga memperburuk keadaan.
Fact Check: Plak yang menumpuk di sekitar bracket bukan hanya menimbulkan karang, tapi juga bisa menyebabkan bercak putih permanen (decalcification) saat behel dilepas.
Jawabannya tegas: Wajib.
Scaling gigi pengguna behel bukan cuma soal estetika, tapi juga kesehatan jangka panjang.
Karang gigi yang dibiarkan menumpuk bisa menyebabkan peradangan gusi (gingivitis).
Jika dibiarkan terus, ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yang berisiko merusak tulang penyangga gigi.
Proses perataan gigi (ortodonti) akan sia-sia jika kesehatan gusi dan jaringan penyangga gigi terganggu.
Idealnya, pengguna behel harus melakukan pemeriksaan dan scaling gigi lebih sering daripada orang biasa.
Frekuensi yang disarankan adalah setiap 3 hingga 6 bulan sekali.
Waktu ini seringkali bisa disesuaikan dengan jadwal kontrol rutin behel Anda.
Tanyakan pada ortodontis Anda apakah Anda perlu membersihkan karang sebelum atau sesudah kawat gigi disetel ulang (adjusting).
Banyak yang khawatir scaling akan merusak bracket atau membuat kawat copot. Ini adalah mitos!
Faktanya, dokter gigi atau perawat gigi sudah sangat terlatih melakukan prosedur membersihkan karang gigi saat pakai behel.
Mereka menggunakan ujung alat scaler yang lebih halus dan berhati-hati di sekitar komponen ortodontik.
Teknologi modern memungkinkan pembersihan efektif tanpa merusak lem bracket Anda.
Proses scaling mungkin terasa sedikit berbeda jika Anda memakai behel, tapi tujuannya tetap sama.
Fokus utama adalah menjangkau area di bawah kawat dan di belakang bracket yang selama ini terisolasi.
Untuk pengguna behel, dokter gigi sering menggabungkan beberapa metode pembersihan.
Mereka menggunakan ultrasonic scaler dengan ujung yang sangat kecil untuk memecahkan karang yang keras.
Setelah itu, alat tangan (kuret) mungkin digunakan untuk membersihkan sisa-sisa karang di area yang sangat sempit.
Pembersihan diakhiri dengan proses polishing, menggunakan pasta khusus untuk menghaluskan permukaan gigi.
Durasi scaling bisa sedikit lebih lama, mungkin antara 45 hingga 60 menit, tergantung seberapa banyak karang gigi Anda.
Rasa sakit yang dirasakan sangat minimal, biasanya hanya sensasi ngilu atau geli akibat getaran alat.
Jika gusi Anda meradang parah (gingivitis), mungkin akan ada sedikit pendarahan, tapi ini normal dan akan mereda setelah karang diangkat.
Setelah prosedur, gigi Anda mungkin terasa sangat bersih dan sedikit sensitif, tapi ini hanya sementara.
Jangan tunda scaling hanya karena takut, karena menunda justru memperparah kondisi gusi Anda.
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, apalagi saat Anda berinvestasi pada senyum impian Anda.
Ini adalah beberapa tips harian agar karang gigi susah hilang dari mulut Anda.
Sikat gigi biasa tidak akan mampu membersihkan area di antara kawat dan gigi.
Anda wajib punya sikat interdental (sikat sela-sela) untuk membersihkan di bawah kawat.
Gunakan sikat ini dengan hati-hati untuk menghilangkan sisa makanan yang terperangkap.
Selain itu, water flosser (semprotan air bertekanan) adalah game changer bagi pengguna behel.
Alat ini sangat efektif membilas plak dan kotoran tanpa perlu repot memasukkan benang gigi (floss) melalui kawat.
Selain kontrol rutin ke ortodontis, jangan lupakan dokter gigi umum Anda.
Mereka bertugas memantau kesehatan gusi, mendeteksi lubang, dan memastikan tidak ada penumpukan karang yang ekstrem.
Jadwal yang teratur membantu dokter mendeteksi masalah kecil sebelum menjadi masalah besar yang butuh biaya mahal.
Ingat, senyum yang sehat adalah kombinasi dari gigi yang rapi dan gusi yang kuat.
Untuk kamu yang berdomisili di Makassar dan sedang pakai behel, melakukan scaling gigi Makassar di Klinik Gigi Ayo Dent bisa jadi pilihan aman karena prosedurnya ditangani tenaga profesional yang terbiasa membersihkan karang gigi di sekitar bracket tanpa mengganggu behel.
Ya, sangat diwajibkan. Behel menciptakan banyak tempat perangkap plak, sehingga risiko penumpukan karang gigi meningkat drastis. Scaling rutin (3-6 bulan sekali) sangat penting untuk mencegah kerusakan gusi dan gigi.
Biaya sangat bervariasi tergantung lokasi klinik dan tingkat keparahan karang gigi. Namun, seringkali biayanya sedikit lebih tinggi daripada scaling biasa karena prosedur yang lebih detail dan membutuhkan waktu lebih lama.
Bisa, tetapi Anda memerlukan floss threader atau orthodontic floss yang dirancang khusus untuk melewati kawat behel. Namun, banyak pengguna behel memilih water flosser karena jauh lebih praktis dan efektif.
Ciri utamanya adalah gusi berdarah saat menyikat, gusi tampak merah dan bengkak, adanya bau mulut yang persisten, dan Anda bisa merasakan tekstur kasar (karang) di belakang gigi depan bawah.
Sayangnya, karang gigi (kalkulus) adalah plak yang sudah mengeras. Sikat gigi, seberapa pun rajinnya, tidak akan bisa menghilangkannya. Karang hanya bisa dihilangkan melalui prosedur scaling gigi profesional.