

Lagi hamil, tapi tiba-tiba gigi jadi sensitif dan gusi gampang berdarah? Welcome to the club, Bumil!
Perubahan ini bukan cuma perasaan, lho. Ada banyak drama hormon yang terjadi di tubuh.
Peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen adalah biang keladinya.
Hormon-hormon ini membuat gusi lebih sensitif terhadap plak dan bakteri.
Inilah yang sering disebut gingivitis kehamilan.
Kalau dibiarkan, plak akan mengeras jadi karang gigi. Ini bisa memicu masalah yang lebih serius, bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan janin.
Makanya, menjaga kebersihan gigi saat hamil itu penting banget. Salah satunya dengan scaling gigi. Kalau Bumil berada di Makassar dan ingin scaling gigi dengan rasa lebih tenang, layanan scalling gigi Makassar di Klinik Gigi Ayo Dent bisa dipertimbangkan sebagai opsi perawatan yang nyaman untuk ibu hamil.
Pertanyaan terbesar semua ibu hamil adalah: apakah scaling gigi aman?
Jawabannya tegas: Sangat aman, dan malah dianjurkan oleh dokter gigi!
Membersihkan karang gigi justru membantu mengurangi risiko infeksi yang bisa menyebar ke seluruh tubuh.
Infeksi gusi parah (periodontitis) bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, lho.
Jadi, jangan tunda perawatan gigi hanya karena takut.
Namun, ada waktu-waktu tertentu yang dianggap paling aman membersihkan karang gigi saat hamil.
Timing adalah kunci utama dalam semua prosedur medis saat kehamilan.
Dokter gigi umumnya menyarankan agar scaling gigi dilakukan pada trimester kedua.
Trimester pertama (minggu 1–12) adalah periode pembentukan organ vital janin (organogenesis).
Pada periode ini, kita harus menghindari semua prosedur elektif atau yang tidak mendesak.
Trimester ketiga (minggu 28–40) juga kurang ideal karena posisi berbaring telentang bisa membuat Bumil tidak nyaman.
Waktu terbaik scaling gigi saat hamil adalah antara minggu ke-14 hingga minggu ke-26.
Pada waktu ini, Bumil biasanya sudah melewati fase mual-mual ekstrem, dan janin sudah lebih stabil.
Tips Sat Set: Jika gigi Anda sakit parah atau ada infeksi mendesak di trimester pertama atau ketiga, dokter akan tetap melakukan tindakan, tetapi hanya yang paling minimal dan darurat.
Proses scaling gigi untuk ibu hamil pada dasarnya sama dengan pasien biasa, tetapi ada penyesuaian khusus yang dilakukan dokter.
Tujuannya agar Bumil merasa nyaman dan janin tetap aman sentosa.
Sebelum mulai, informasikan kepada dokter gigi Anda usia kehamilan Anda dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Dokter akan menyesuaikan posisi kursi gigi.
Pada trimester kedua dan ketiga, Bumil tidak boleh berbaring telentang sepenuhnya (supine position) dalam waktu lama.
Posisi ini berisiko menekan pembuluh darah besar (Vena Cava) dan menyebabkan pusing atau penurunan tekanan darah.
Kursi akan dimiringkan sedikit ke kiri (semi-supine position) dengan penyangga di bawah pinggul kanan.
Alat utama yang digunakan adalah ultrasonic scaler. Ultrasonic scale menggunakan getaran frekuensi tinggi untuk merontokkan karang gigi tanpa merusak enamel.
Proses ini cepat dan efektif membersihkan plak yang membandel.
Setelah karang gigi hilang, dokter akan melakukan polishing menggunakan pasta khusus. Ini membuat permukaan gigi halus dan sulit ditempeli sisa makanan lagi.
Untuk scaling gigi biasa, anestesi lokal (bius lokal) jarang dibutuhkan.
Namun, jika Bumil memiliki gusi yang sangat meradang atau harus menjalani prosedur yang lebih dalam (root planing), anestesi mungkin diperlukan.
Dokter gigi akan memilih jenis anestesi yang dikategorikan paling aman untuk ibu hamil, seperti Lidokain.
Dosis yang diberikan sangat kecil dan terkontrol, sehingga tidak akan memengaruhi janin.
Pastikan Anda spill the tea (berterus terang) tentang riwayat alergi obat apa pun.
Meskipun scaling gigi sangat aman, ada beberapa efek samping minor yang mungkin dirasakan Bumil setelah prosedur.
Ini normal dan biasanya hanya berlangsung beberapa hari.
Setelah karang gigi yang tebal dihilangkan, permukaan akar gigi yang tadinya tertutup mungkin terekspos.
Ini bisa menyebabkan rasa ngilu sementara, terutama saat mengonsumsi makanan dingin atau panas.
Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, dan biasanya sensitivitas ini akan hilang dalam 1-2 minggu.
Karena Bumil cenderung mengalami gingivitis kehamilan, gusi mungkin akan lebih mudah berdarah saat atau setelah scaling.
Ini adalah reaksi normal karena gusi sedang meradang.
Pendarahan ringan akan berhenti dalam beberapa jam.
Jika karang gigi Anda sudah sangat menumpuk, Anda mungkin merasa ada “ruang kosong” di antara gigi setelah scaling.
Ini bukan berarti gigi Anda renggang, melainkan ruang yang sebelumnya terisi oleh karang gigi sudah bersih.
Ruang ini akan memudahkan Anda membersihkan gigi, membuat gigi auto glowing dan sehat.
Tentu saja tidak. Scaling gigi adalah prosedur non-invasif yang hanya berfokus pada permukaan gigi dan gusi.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan antara membersihkan karang gigi dengan risiko keguguran.
Justru, menjaga kesehatan mulut dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan.
Idealnya, ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi setidaknya sekali selama kehamilan, paling optimal di trimester kedua.
Namun, jika Anda memiliki riwayat penyakit gusi atau penumpukan karang gigi cepat, dokter mungkin menyarankan scaling dua kali selama 9 bulan.
Ya, boleh, asalkan dilakukan pada trimester kedua dan menggunakan anestesi lokal yang aman.
Prosedur darurat seperti cabut gigi karena infeksi parah harus segera dilakukan, terlepas dari trimester, untuk mencegah penyebaran infeksi ke janin.
Gunakan sikat gigi berbulu lembut (soft bristles) dan sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar.
Jangan lupa gunakan benang gigi (flossing) setiap hari. Pendarahan biasanya akan berkurang setelah scaling gigi dilakukan.