

Pernah gak sih kamu bertanya-tanya, tambal gigi yang baru kamu pasang itu bakal awet sampai kapan?
Rasanya sayang banget kan kalau harus bolak-balik ke dokter gigi cuma karena tambalannya copot atau retak.
Tenang, kamu gak sendirian, bestie!
Durasi ketahanan tambal gigi itu bervariasi banget, mulai dari 3 tahun sampai bisa tahan 10 tahun lebih.
Semua tergantung jenis material, lokasi gigi, dan yang paling penting, gimana kamu merawatnya.
Yuk, kita bedah tuntas biar tambalan kamu gak kaleng-kaleng dan bisa awet sampai bertahun-tahun!
Sebelum kita spill durasinya, kamu harus tahu dulu nih, apa aja sih yang bikin tambalan gigi itu “tumbang” duluan?
Ini dia beberapa faktor penentu yang wajib kamu perhatikan.
Material yang dipakai itu ibarat pondasi rumah.
Kalau pondasinya kuat, rumahnya juga tahan gempa. Begitu juga dengan tambal gigi.
Material seperti komposit, amalgam, atau porselen punya daya tahan yang beda-beda banget.
Suka ngemil yang keras-keras? Atau punya kebiasaan menggigit es batu?
Kebiasaan ini bisa jadi “silent killer” yang bikin tambalan kamu cepat retak atau aus.
Sering minum kopi atau teh juga bisa bikin tambalan komposit jadi gampang berubah warna, lho.
Gigi geraham yang dipakai buat mengunyah paling keras pasti bebannya lebih besar dibanding gigi depan.
Tambalan yang ukurannya besar juga cenderung lebih rentan retak atau copot daripada tambalan kecil.
Ini karena sisa struktur gigi aslinya sudah jauh berkurang.
Oke, ini dia bagian yang paling kamu tunggu-tunggu: estimasi usia tambal gigi berdasarkan jenis materialnya.
Ingat ya, angka ini adalah rata-rata. Perawatan yang baik bisa membuat durasinya jauh lebih panjang!
Composite resin adalah material yang paling populer karena warnanya mirip banget sama gigi asli.
Ini adalah pilihan bestie buat kamu yang mementingkan estetika, terutama buat gigi depan.
Tambal gigi komposit rata-rata bisa bertahan antara 5 hingga 7 tahun.
Namun, jika perawatannya maksimal, banyak kasus tambalan komposit yang bertahan hingga 10 tahun.
Kelemahannya, material ini rentan terhadap noda dan tidak sekuat jenis lainnya.
Meskipun warnanya perak dan kurang estetik, tambal gigi amalgam terkenal sangat kuat dan awet.
Amalgam adalah material yang sudah dipakai lama banget di dunia kedokteran gigi.
Material ini bisa bertahan rata-rata 10 hingga 15 tahun, bahkan seringkali lebih dari itu.
Namun, penggunaannya semakin berkurang karena isu kandungan merkuri dan faktor estetika yang kurang.
Kalau kamu cari yang benar-benar tambal gigi awet dan bisa bertahan 10 tahun lebih, jawabannya adalah Inlay atau Onlay.
Material ini biasanya terbuat dari porselen atau emas, dan dibuat di laboratorium gigi secara khusus.
Inlay/Onlay memberikan kekuatan yang sangat superior karena lebih presisi dan menyerupai bentuk gigi aslinya.
Dengan perawatan yang tepat, jenis tambalan ini bisa bertahan 15 hingga 20 tahun, lho!
Material GIC biasanya dipakai untuk tambalan sementara, gigi anak-anak, atau tambalan di area yang tidak menerima beban kunyah terlalu besar.
Kelebihannya, GIC bisa melepaskan fluorida yang baik untuk mencegah karies.
Durasi ketahanannya paling singkat, yaitu sekitar 3 hingga 5 tahun, tergantung lokasi dan beban kunyahnya.
Gak peduli seberapa mahal atau bagus material tambalan kamu, kalau gak dirawat, pasti cepat rusak.
Mau tambalan kamu long-lasting? Ikuti tips perawatan ini!
Kunci utama agar tambal gigi awet adalah menjaga area sekitarnya tetap bersih.
Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan sikat gigi berbulu lembut.
Jangan lupa gunakan dental floss atau sikat interdental setiap hari untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela tambalan.
Sisa makanan yang menumpuk bisa menyebabkan karies sekunder di sekitar tambalan, dan ini penyebab utama kegagalan tambalan.
Stop kebiasaan yang bisa merusak tambalan kamu!
Jangan pernah menggunakan gigi untuk membuka botol atau mengunyah benda keras seperti es batu dan permen keras.
Jika kamu punya kebiasaan bruxism (menggertakkan gigi saat tidur), segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk dibuatkan mouthguard.
Ini bagian yang sering dilewatkan padahal penting banget.
Jadwalkan kunjungan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Untuk hasil yang lebih optimal, melakukan kontrol rutin di klinik dengan standar perawatan yang baik, seperti Klinik Gigi Ayo Dent, bisa membantu memastikan tambalan tetap aman, nyaman, dan awet dalam jangka panjang.
Dokter gigi bisa mendeteksi dini kalau ada keretakan kecil atau kebocoran di sekitar tambalan sebelum masalahnya membesar.
Pembersihan karang gigi secara rutin juga membantu menjaga kesehatan gusi di sekitar gigi yang ditambal.
Tambal gigi retak itu bahaya dan gak boleh diabaikan.
Retakan bisa jadi pintu masuk bakteri dan sisa makanan ke dalam gigi, menyebabkan karies baru (karies sekunder) atau bahkan infeksi pulpa.
Jika kamu merasakan ada bagian tambalan yang tajam atau sensitif, segera periksa ke dokter gigi.
Waktunya ganti ketika tambalan menunjukkan tanda-tanda kegagalan, seperti:
Rasa sakit atau ngilu setelah ditambal (sensitivitas) itu cukup normal dalam beberapa hari pertama, terutama pada tambalan yang dalam.
Ini biasanya karena iritasi pada saraf gigi saat proses penambalan.
Namun, jika rasa sakitnya parah, tidak hilang setelah seminggu, atau sakitnya berdenyut, kamu harus segera kembali ke dokter gigi.
Penting: Tambal gigi yang sakit berkepanjangan bisa jadi indikasi bahwa karies sudah sangat dalam dan mungkin memerlukan perawatan saluran akar, bukan sekadar penambalan ulang.