

Keputusan buat pasang behel alias kawat gigi itu ibarat naik level di game. Gak bisa asal klik, butuh persiapan matang biar hasilnya maksimal dan gak boncos di tengah jalan.
Banyak banget yang nanya, “Apa aja sih yang harus disiapin sebelum pasang kawat gigi?”
Tenang aja, bestie. Ini dia panduan lengkap, santai, dan anti ribet buat kamu para pemula yang mau glow up senyumnya. Kita spill tuntas semuanya!
Yuk, simak tips sebelum menggunakan kawat gigi ini biar kamu gak salah langkah!
Sebelum bracket nempel di gigi kamu, ada beberapa tahapan medis yang wajib banget kamu lewati.
Ini penting buat memastikan fondasi gigi kamu udah sehat 100%.
Langkah pertama dan paling krusial adalah ketemu sama Orthodontist.
Jangan cuma ke dokter gigi biasa ya, karena ortodontis adalah spesialis yang fokusnya memang di perataan gigi dan rahang.
Di sini, kamu bisa spill semua keluhan, ekspektasi, dan jenis behel apa yang kamu inginkan.
Ortodontis akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan ngasih tahu perkiraan durasi perawatanmu.
Setelah konsultasi, biasanya kamu akan diminta untuk melakukan foto rontgen (seperti panoramik atau sefalometri) dan pencetakan gigi.
Rontgen ini fungsinya kayak peta, buat melihat posisi akar gigi, kondisi tulang rahang, dan potensi masalah tersembunyi lainnya.
Cetak gigi (atau scan digital) akan jadi model 3D buat ortodontis merencanakan pergerakan gigi kamu secara presisi.
Gigi yang mau dipasang behel harus dalam kondisi steril dan bebas masalah.
Kamu wajib melakukan scaling (pembersihan karang gigi) total.
Karang gigi harus hilang, karena kalau ada karang, proses penempelan behel bisa gagal dan kebersihan gigi saat pakai behel jadi susah.
Kalau ada gigi berlubang, penambalan juga harus diselesaikan dulu. Behel gak boleh dipasang di gigi yang masih bermasalah.
Pada beberapa kasus, terutama gigi yang terlalu berjejal (crowded), ortodontis mungkin menyarankan cabut gigi.
Tujuan pencabutan ini adalah menciptakan ruang agar gigi yang lain bisa digeser dan dirapikan.
Proses ini biasanya dilakukan beberapa minggu sebelum pemasangan behel, tergantung instruksi dari dokter.
Tipe kawat gigi itu banyak banget, gak cuma yang besi doang.
Pilihanmu akan sangat memengaruhi estetika, kenyamanan, dan tentu saja, biaya kawat gigi.
Ini adalah tipe behel yang paling umum dan biasanya paling terjangkau.
Kelebihannya adalah daya tahannya kuat dan efektif untuk kasus gigi yang kompleks.
Kekurangannya, ya visualnya yang paling terlihat, meskipun sekarang ada pilihan karet warna-warni yang bikin makin gemas.
Behel ini menggunakan bracket yang warnanya mirip gigi atau bahkan transparan.
Cocok buat kamu yang pengen perataan gigi tapi gak mau terlalu mencolok saat senyum.
Harganya lebih mahal dari behel metal dan biasanya perawatannya butuh kehati-hatian ekstra.
Ini adalah opsi paling estetik dan paling nyaman, karena bentuknya seperti nampan plastik transparan yang bisa dilepas pasang.
Perawatan ini cocok untuk kasus ringan hingga sedang, dan harganya jauh lebih mahal.
Kelebihan utamanya: kamu bisa makan apa pun tanpa takut nyangkut!
Persiapan gak cuma soal gigi lho, tapi juga soal mental dan finansial.
Biaya kawat gigi itu gak cuma biaya pemasangan awal, lho!
Kamu harus siapin budget buat: biaya konsultasi, biaya cetak/rontgen, biaya cabut/tambal (jika ada), biaya pemasangan behel, biaya kontrol bulanan (ganti karet/kawat), dan biaya retainer setelah behel dilepas.
Pastikan kamu sudah tahu total perkiraan biaya dari ortodontis agar dompet kamu gak kaget.
Jujur aja, di hari-hari pertama pasang behel, rasanya pasti gak nyaman, bahkan sakit.
Gigi akan terasa ngilu karena mulai bergerak, dan bagian dalam pipi atau bibir bisa lecet karena gesekan bracket.
Siapkan mental bahwa ini adalah proses yang harus dilewati. Biasanya rasa sakit ini akan mereda dalam 3-7 hari.
Kamu bisa minta obat pereda nyeri yang aman dari ortodontis jika diperlukan.
Sebelum hari H, pastikan kulkas kamu sudah terisi makanan yang lembut-lembut.
Beberapa hari pertama, kamu gak akan bisa mengunyah makanan keras sama sekali.
Contoh Soft Diet: Bubur, nasi tim, sup, telur orak-arik, yogurt, puding, dan es krim (tapi jangan kebanyakan!).
Wax ortodontik itu penyelamat banget buat mencegah sariawan akibat gesekan behel.
Beli juga sikat gigi khusus behel (sikat interdental) dan sikat gigi berbulu lembut.
Kebersihan gigi saat pakai behel wajib dijaga ekstra ketat!
Setelah semua persiapan beres, tiba waktunya pasang kawat gigi!
Prosesnya mungkin memakan waktu 1 hingga 2 jam, tergantung jenis behelnya.
Gigi akan dibersihkan, dioleskan cairan khusus, lalu bracket akan ditempel satu per satu dengan lem khusus.
Setelah itu, kawat akan dimasukkan ke dalam slot bracket dan dikunci dengan karet atau mekanisme penguncian lainnya.
Gak sakit kok, cuma agak pegal karena mulut harus terbuka lama.
Begitu behel terpasang, rasakan perubahannya. Ini tips biar kamu gak panik:
Pemasangan behelnya sendiri gak sakit, cuma terasa tekanan dan agak pegal karena mulut terbuka lama.
Rasa sakit dan ngilu biasanya muncul beberapa jam setelah pemasangan, saat gigi mulai bergerak akibat tekanan kawat.
Rasa sakit ini bisa diatasi dengan obat pereda nyeri dan biasanya hilang dalam waktu seminggu.
Proses persiapan (konsultasi, rontgen, scaling, tambal, cabut gigi) bisa memakan waktu 1 minggu hingga 2 bulan, tergantung kondisi gigi kamu.
Jika ada banyak gigi yang harus dicabut atau ditambal, waktunya pasti akan lebih lama.
Makanan yang dilarang adalah yang keras, lengket, dan alot.
Contohnya: permen karet, karamel, apel yang digigit langsung, es batu, dan makanan yang terlalu keras (misalnya kerupuk tebal).
Makanan ini bisa merusak bracket atau kawat, yang artinya kamu harus bayar lebih untuk perbaikan.
Bisa, kalau kamu gak pakai retainer!
Retainer wajib dipakai sesuai instruksi ortodontis untuk menahan gigi di posisi barunya.
Retainer adalah kunci sukses jangka panjang dari perawatan kawat gigi kamu.
Siap untuk glow up senyum kamu di Klinik Gigi Ayo Dent? Pastikan semua tips sebelum menggunakan kawat gigi ini sudah kamu laksanakan ya! Semangat!